RSS

Anak dihukum?? BAGUS, jika masih dalam batas toleransi


Selamat pagi sobat eMKa Land yang berbahagia, semangat Selasa , teras "Melly Kiong " akan menjawab pertanyaan yang bertubi-tubi dari orangtua yang kesel karena anaknya dihukum hanya gara-gara tidak bawa peralatan tulis.
Wow, kalau dilihat kembali ke masa kecil saya, saya sangat beruntung dan bersyukur karena saya pernah dihukum oleh suster kepala sekolah saya hanya gara-gara saya terlambat 5 menit dan saya harus cabut rumput seluas 1 m2 sampai botak baru boleh masuk. Jika saya cerita ke mama saya, pasti akan tambah hukuman. Sejak kejadian itu saya marah sekali sama suster dan saya tidak pernah terlambat dan ternyata sampai sekarang, saya adalah pembicara yang selalu datang kepagian. Menurut saya ini adalah sebuah karakter disiplin yang sangat baik, kita mampu mempersiapkan diri sesuai dengan waktu dan kondisi. Karena saya merasakan ini hal yang baik, maka saya pribadi malah akan menulis surat ke guru anak-anak jika saya mendapati anak melakukan keteledoran tetapi tidak ada konsekuensi dari guru. Anehkan? Ini semua tidak akan saya lakukan jika saya belum pernah merasakan manfaat hukuman. Yang penting saya tahu konsekuensi sebatas apa yang diberikan ke anak. Hanya berdiri, menyalin, beli permen dll, itu masih dalam batas yang bisa ditoleransi menurut saya tidak apa-apa.
Intinya semua adalah adanya komunikasi dua arah dengan pihak sekolah, dan ini yang selalu tidak ada. Sehingga sering sekali terjadi salah persepsi yang membuat anak-anak kita jadi bingung. Mari sobat eMKa Land, buka kran komunikasi dua arah yang baik demi menumbuhkan karakter anak kita.
Selamat pagi, Smile Melly kiong www.menatakeluarga.com
" Bukti kita sayang anak juga perlu diperlihatkan bagaimana cara bijaksana menempanya menjadi anak yang bermental juang"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar