RSS

Kesempatan Memperbaiki Anak Dari yang Salah...

Selamat pagi sobat eMKa Land yang bahagia, semangat Jumat ceria 'kan?? Siap-siap menunggu kejutan sore ya? Itu kalau sempat ya. Wow "Teras Melly Kiong" ada tambahan roti + telur acak + singkong kelapa, sedap pastinya.

Untuk sementara kaos Elsafan di-stop dulu ya order-nya, karena stoknya habis dan mereka sibuk sekali dengar-dengar ada 63 event selama Natal dan Tahun baru, benar-benar karunia indah, mohon doanya agar mereka sehat dan kuat.

Semalam sempat dengar cerita Julian tentang bagaimana teman sekamarnya yang begitu disiplin bangun untuk sholat, dan yang paling dia ingat adalah bagaimana pentingnya inovasi serta ketahanan dalam menghadapi serangan ketika presentasi, menurut dia mereka ingin dijatuhkan lawannya.


Di sinilah ada kesalahan tafsir yang perlu dibenarkan, bukan mereka ingin menjatuhkan tetapi mereka perlu mendapatkan jawaban atas apa yang dipresentasikan itu ketika mereka merasa tidak bisa menerimanya adalah kewajiban kita untuk mempertanggungjawabkan bahkan ini adalah kesempatan mempersiapkan sesuatu dengan lebih baik, dan tidak melihat sisi negatif seperti ingin dijatuhkan tadi.
 

Syukur juga atas boothcamp yang dilalui, dia jadi terbuka dan tahu betapa pentingnya inovasi dan kreativitas.

Mindful Parenting yang mengedepankan mendengar dengan penuh perhatian, orangtua akan tahu di titik mana yang ada kesalahan dan jadikan itu kesempatan untuk memperbaiki anak kita dari sesuatu yang salah.

Salam smile Melly Kiong





"Sudut pandang setiap manusia tidaklah sama, dan ada baiknya jika kita bijaksana memandang dari sisi orang lain juga."

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Si Kakak Tidak Peduli Dengan Adiknya??? Belum Tentu

Selamat pagi sobat eMKa Land yang berbahagia, tetap semangatkan? Ada yg aneh semalam, merasa tertipu tapi bisa tertawa cekikikan, bahagia ya??? "Teras Melly Kiong" selalu berbagi rasa sama rata.

Kemarin siang habis talkshow di radio, terus sorenya lagi cerita sama sobat Djonk tentang bagaimana anaknya yang besar harus menjaga adiknya dan sebaliknya, mengingatkanku pada sebuah kasus yang membuat aku malu sendiri, karena aku telah menuduh tanpa sebab. 


Saat itu yang terlihat oleh saya dan suami adalah Julian tidak mau ajak Matthew main bersama dengan teman-temannya. Dan itu menurut kami berarti dia tidak peduli dengan adik sendiri, mementingkan teman dan lain-lain. Namun ketika Julian merasa apa yang dilakukan itu tidak seperti yang kami bayangkan, dan dia datang menjelaskan kepada saya, bagaimana dia tahu persis kondisi teman-temannya dan dia juga tahu Matthew, justru dia tidak ingin Matthew menjadi bulan-bulanan temannya. 

Pada saat itu menyesal mengapa saya tidak memberikan ruang buat Julian didengarkan? Karena saya belum tahu tentang Mindful Parenting, so mari kita mulai lagi belajar, belajar dan terus belajar memposisikan diri kita dengan berempati.

Mindful Parenting? Solusi generasi Indonesia yang lebih baik.
 

Salam smile Melly Kiong 


"Lebih baik kami 'tahu merasa' daripada 'merasa tahu' begitu ajakan dari anak anak Elsafan, agar kita tidak menjadi manusia yang sok tahu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Berbagi di SRS (Sahabat Rekan Sebaya)



Pertemuanku dengan Moh. Ale Sulaiman di kantor Walikota Jakarta Barat  sungguh bukan sebuah kebetulan, dan ternyata memang begitu besar niat dan energi kami yang sama, yang akhirnya kami harus bertemu kembali dalam waktu yang begitu singkatnya. Tanpa perjanjian, kami bertemu kembali di Yayasan Keluarga Pengasih Indonesia. Dan saya terkesima bagaimana gaya tutur bahasa dan niat yang begitu luar biasa dari seorang Ale, yang intinya dia berharap aku mampu memberikan sedikit pencerahan yang mampu menyadarkan orangtua agar tidak membuat anak-anak menjadi anak yang selalu berada di posisi yang serba salah, melainkan orangtua sadar bahwa merekalah yang harus mencari solusi bagaimana menyiapkan tempat yang aman bagi anak-anaknya di rumah.

Dan jadilah saya memberikan materi sesuai dengan harapannya. Ternyata memang sungguh luar biasa, semakin yakin Mindful Parenting akan mampu membuat orangtua semakin eling dan sadar untuk mengubah diri sendiri dan tidak menyalahkan anak-anak. Sehingga mampu tercapai komunikasi dua arah yang membahagiakan. Terima kasih Ale, semoga kita mampu selalu bersama dalam mebuka paradigma baru bagi generasi Indonesia yang lebih baik.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Love Jakarte ala C3 di Emporium Pluit Jakarta


Love Jakarte
Sebuah perjalanan yang tidak mudah bagi seorang Pak Joshua pemimpim C3 Jakarta, sebuah komunitas Gereja Kristen yang berani membuka lembaran baru dengan melakukan hal yang di luar kebiasaan. Namun intinya sangat menggugah, kemampuan untuk introspeksi diri ke dalam, baik itu secara pribadi sebagai umat Kristiani, maupun sebagai komunitas yang beriman kepada Tuhan Yesus Kristus, yang begitu luar biasa memberikan teladan melayani dengan kasih.

Sebuah karya nyata yang seharusnya ada dalam diri setiap umat Kristiani jika menjadikan Kristus sebagai modeling yang abadi. Namun pergeseran nilai ini yang dirasakan oleh seorang Bapak Joshua, maka sebagai umat yang mempunyai tanggung jawab untuk membangkitkan kembali nilai-nilai yang mulai memudar, maka dalam suasana Hari Pahlawan di bulan November ini, mereka memutuskan untuk memilih 3 orang yang dianggap mampu membuka mata umatnya terutama dan umat Kristiani khususnya, bahwa kita perlu belajar lebih baik khususnya bagaimana melayani dengan kasih dari orang-orang yang bahkan bukan umat Kristiani.

Dan mereka memadukan gaya Cinta Jakarta, bahwa mulai dari diri sendiri, kemudian lingkungan sekitar kita yaitu Jakarta, maka kita akan mampu membangun Indonesia yang lebih baik.
Sukses untuk C3 semoga semakin maju dan bijaksana dalam menebarkan  kasih yang nyata dalam kehidupan ini.



*Untuk melihat foto yang lainnya silakan KLIK DI SINI

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perlihatkan Kepedulian Kita dan Ceritakanlah Kepada Anak

Selamat pagi sobat eMKa Land yang berbahagia, semangat selalu terjaga jika kita mau menjaganya. Semoga semangat ini yang akan selalu terpelihara di "Teras Melly Kiong."
Banyak orangtua yang mengeluh dengan anak-anak zaman sekarang yang tidak peduli, jangankan pada sesama di lingkungan, dengan keluarga saja sulit. Bagaimana kita bisa mengharapkan anak kita peduli jika kita tidak pernah menunjukkan caranya peduli?

Mungkin bisa dicoba ya, bagi yang beli kaos anak-anak Elsafan beberapa hari yang lalu. Mulai cerita dengan anak bagaimana asal modal kaos itu, anak-anak tunanetra tahun lalu memproduksi hiasan Natal buat pintu, dan kemudian itu jadi modal mereka untuk kaos dan dijual tahun ini. Kaosnya dengan tulisan ajakan untuk jadi sahabat mereka "Lihatlah dunia yang begitu indah dan berceritalah pada kami." 


Anak-anak kita yang bisa melihat indahnya dunia harusnya sangat bersyukur bahwa mereka punya mata. Dan belum pernahkan harga pada label yang pakai huruf Braille? Itulah huruf yang dipakai anak-anak tunanetra untuk bisa membaca, belajar dalam menuntut ilmu. Bayangkan hanya dengan menunjukkan kepedulian kita untuk beli 1 kaos Elsafan saja, begitu banyak pembelajaran yang bisa kita berikan kepada anak-anak kita. 

Mari orangtua, jangan selalu hanya menyalahkan anak-anak kita menjadi anak-anak yang tidak bertumbuh sesuai dengan keinginan kita, melainkan elinglah untuk selalu introspeksi apakah kita sudah mendidik mereka dengan baik.

Selamat pagi
Smile Melly Kiong

 

"Aku melihat dengan mata hatiku, apakah Anda juga?"
Salah satu ajakan yang luar biasa dari anak-anakku yang tunanetra.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jangan Sampai Anakmu Kecanduan Narkoba...

Selamat pagi sobat eMKa Land yang berbahagia, semangat "Teras Melly Kiong" yang tak pernah berhenti mencari ilmu dan pengalaman dari segala penjuru demi perubahan diri sebagai orangtua yang lebih baik tentunya.

Kemarin siang saya merasakan betapa penyesalan yang begitu dalam dengan menempati empati yang setinggi-tingginya dari komunitas baru saya yaitu orangtua yang anak-anaknya sedang direhabilitasi. Pesan yang begitu dalam maknanya adalah "Jangan membiarkan anak-anakmu merasakan kenyamanan semu yang ditawarkan hanya karena kamu tidak punya waktu memberi mereka perhatian. Uang bukan segalanya, malahan uanglah yang akan menjerumuskan mereka." Dari wajah Bpk. Wayan dan Bu Ros ketika memberikan testimoni dan mereka begitu jujur mengakui kesalahan fatalnya, mereka merendahkan hati untuk terus belajar memperbaiki diri walaupun sudah terlambat menurut mereka.

So sobat eMKa Land yang budiman, perjuangan kita dalam membangun komunitas yang nyata ini harus direalisasikan, supaya kita mampu bergandengan tangan dan saling mendukung dan eling sebagai orangtua. Ayo sobat eMKa Land, kita bangun kepedulian bahwa tidak cukup kita saja yang berubah, melainkan lingkungan sekitar kita juga harus berubah demi sebuah keharmonisan yang nyata.


Terima kasih kepada sobat Yus dan Ale yang telah memberikan kontribusi luar biasanya sehingga saya mendapat kesempatan masuk dalam keluarga YKPI dan SRS dan menyelami penyesalan serta usaha luar biasa mereka untuk berbuat sesuatu bagi anak-anak bangsa, semoga keluargaku juga menjadi keluargamu semua di sini.


Smile Melly Kiong



"Tidak pernah ada kata terlambat ketika kita semua merasa belum memulai dan mau memulainya."

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Beban Anakku, Anakku dan Anak Kita Semua yang EHB Hari Ini

Selamat pagi sobat eMKa Land yang berbahagia, semangat Senin "Teras Melly Kiong" merasa ada yang sangat perlu disampaikan berkenaan dengan harinya anak-anak menghadapi EHB (Evaluasi Hasil Belajar).

Sebelumnya saya ucapkan selamat Hari Guru buat guru-guru yang menjadi pendidik anak bangsa. "Seorang guru yang baik adalah orang yang mampu menjadikan seorang anak yang dari tidak bisa apa-apa menjadi bisa, bukan dengan memaksanya, melainkan dengan kesabaran dan penuh cinta membuat anak juga sadar bahwa mereka semua anak yang mampu."

Kembali ke EHB, entah mengapa semakin ke sini, semakin mengerikan beban psikologis yang harus dihadapi oleh seorang anak. Selain harus hadapi EHB-nya sendiri, orang-orang terdekatnya yaitu orangtua dan siapa saja membuat situasi menjadi menakutkan. Jujur bagaimana anak bisa kuat mempunyai mental berperang dengan baik jika orangtua tanpa sengaja memberikan penekanan secara psikologis yang begitu derasnya. Mungkin anak yang tadinya tidak takut, jadi takut sekali. 


Mungkin ada baiknya ikutin cara Emak-nya Pak Daud, kalau anak EHB, Mamanya menyiapkan makanan terenak sebagai dukungan buat anaknya, sehingga anak-anak mampu belajar dengan tenang, kalau saya selalu percaya bahwa mereka pasti mampu melakukan yang terbaik buat diri mereka sendiri.

Yuk, bantu perhatikan sisi psikologis anak, semoga mereka tidak dalam tekanan.
Semoga semua anak sukses ya...
 

Smile Melly Kiong


"Nilai kesuksesan seseorang bukan selalu tergantung pada nilai akademisnya."

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mana yang Harus Kita Khawatirkan???

Selamat pagi sobat eMKa Land yang berbahagia, semangat terus menyala, karena kita sadari betapa banyak kelemahan yang harus kita perbaiki dalam diri kita sebagai orangtua. Semoga "Teras Melly Kiong" adalah tempat yang tepat bagi saya, Anda, dan kita semua untuk saling berbagi.

Ada banyak orangtua yang merasa sudah mempersiapkan masa depan anaknya dengan materi, dengan asuransi dengan segala yang diyakini orangtua cukup aman. Tetapi sedikit yang menyadari bahwa yang dibutuhkan adalah bukan hanya materi melainkan mental dan skill agar dia bisa bertahan dengan yang ada maupun yang belum terlihat. 

Saya jadi ingat waktu ke Jambi melihat tukang mie instan yang sedang melayani pelanggan. Menurut temanku dulu bapaknya adalah orang terkaya nomor 2 di jamannya, semua bilang hartanya 7 turunan tidak habis, ternyata baru sampai kedua saja sudah tinggal sepetak. Mengapa demikian? Karena orangtuanya hanya menyiapkan materi, yang bisa habis jika dipacul terus, anak yang tidak ada daya juang, tidak pernah diajarkan menghadapi masalah, tak pernah susah, tak pernah tahu arti kecewa, justru akan sangat rentan.

Yuk nggak usah menyesal jika belum ada, mulai sekarang kita berubah, mulai ajak anak untuk melihat keadaan yang nyata di sekitarnya ada banyak yang tidak sama, ajak anak belajar empati, perbanyak komunikasi dengan menceritakan permasalahan yang kita hadapi di luar dan bagaimana solusinya. Ternyata ini adalah salah satu cara orang Israel sehingga mampu mendidik anak menjadi anak yang sangat baik problem solver-nya.

Mindful pParenting??? Tidak perlu menghakimi diri sendiri maupun anak, melainkan ayo kita sadar dan eling untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik dari sekarang.

Smile Melly Kiong

"Jangan bangunkan istana buat anak kita hanya karena cinta, tetapi bekali mereka alat agar mereka mampu membangun istananya sendiri."

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kisah Temannya Vera Jadi Cermin Kita

Selamat pagi sobat eMKa Land yang berbahagia, angin sepoi-sepoi bertiup dan harum teh di Teras Melly Kiong" selalu menjadi penyemangat pagi kita semua.

Kemarin sobat Vera bertanya, bolehkah dia sharing kondisi temannya? Dengan senang hati saya katakan boleh, namun begitu kata pembukaan: temannya sekarang lumpuh karena kena HIV, akibat dari narkoba, langsung membuatku lunglai merasakan sebuah penderitaan yang begitu panjang. Lalu ada pertanyaan Vera yang bagus sekali: 

Vera: "Apakah orangtuamu kurang kasih sayang?"
Dia: "Tidak."
Vera: "So... apa yang menyebabkan kamu sampai jadi seperti ini?"
Dia: "Komunikasi yang nyaman yang tidak didapatkan dari kedua orangtua, aku disekolahkan di sekolah yang ternama, kelasnya orang-orang kaya, sehingga terbawa oleh arus lingkungan dan perasaan senasib dalam berkomunikasi yang nyaman akhirnya semakin dalam terjerumus akibat solidaritas."


Niat baik orangtua mencarikan sekolah terbaik bagi anak mungkin harus ditambahkan dengan memperbaiki cara komunikasinya serta sesuaikan dengan kemampuan sisi ekonomi serta kebutuhan anak. Terima kasih Vera, semoga ceritamu menjadi pelajaran buat kita semua disini betapa yang dibutuhkan anak adalah kehadiran orangtuanya dan mengerti mereka serta selalu jadi teman mereka untuk bicara.

Mindful Parenting, berikan ruang kepada anak untuk didengarkan dan bicara.

Salam haru
Melly Kiong

 
"Empati yang terus terasah adalah jalan menuju kebijaksanaan yang lebih mulia."

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sayang Sekali Orangtua yang Memblokir Aliran Komunikasi

Selamat pagi sobat eMKa Land yang berbahagia, selamat Selasa dan tetap semangat dong di "Teras Melly Kiong." Banyak yang mengulangi pertanyaan yang sama, dan saya berharap bisa mencari jawabannya di www.emkaland.blogspot.com karena saya sudah memutuskan tidak ada bahan pembahasan yang sama setiap harinya.

Saya "sangat terkesan" dengan beberapa keluarga yang saya temui di Pizza Hut, begitu sampai di meja makan, anak-anaknya langsung disuguhi Ipad dan nonton serta main game. Kelihatannya orangtua tidak mau pusing, dan anak-anak diam intinya. Kebayang 'kan? Nanti anak-anak jarang cerita, jarang berkomunikasi dengan kita, mereka lebih suka nonton televisi, mereka lebih suka main game. Apalagi pasangan yang sekarang kita bisa ajak bicara sudah tidak ada nantinya. Bukan anak-anak tidak mau ajak bicara, karena mereka tidak terbiasa bercerita. Jadi jangan salahkan anak-anak kita kelak tidak mau berbicara dengan kita.

Padahal di meja makan adalah tempat yang paling stategis untuk kita saling berdiskusi, saling memperhatikan, saling membangun pengertian dari makanan yang disukai atau tidak, maka kita akan semakin mengerti antaranggota keluarga, sehingga toleransi bisa jauh lebih tinggi untuk membangun sebuah keharmonisan hanya karena makanan. 

So, coba yuk kita berubah dan kita perbaiki, perbanyak bicara dan bercerita serta bangunkan rasa empati dengan berkomunikasi.

Selamat pagi,
Smile Melly Kiong
 
 "Begitu banyak keharmonisan yang akan terbangun ketika kita bersama di meja makan."

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Anak 12 Tahun Sudah Ngerti Seks?

Selamat pagi sobat eMKa Land yang berbahagia, kelihatan ini akan menjadi Senin membara karena pembahasan "Teras Melly Kiong" sedikit panas di suasana sejuk.

Kaget 'kan baca judulnya? Tidak usah kaget sobatku, sepertinya ini tidak usah heran lagi anak 12 tahun sudah tahu film seperti itu. Kenapa? Cobalah masuk ke YouTube di sela film anak-anak begitu banyak selipan film yang sangat tidak senonoh. Sungguh saya pribadi sangat tercengang.

Sobat orangtua, sepertinya tidak ada gunanya kita cari siapa yang harus bertanggung jawab atas kondisi ini lagi, tetapi pakailah kesempatan ini untuk siapkan mental dan buka komunikasi dengan anak, bekali anak tentang pemahaman berjangkitnya penyakit yang membahayakan akibat salah gaul. Atau harus mempunyai keluarga pada usia muda yang akan menghancurkan masa depannya dan lain lain.

Dan yang terpenting selalu ingatkan anak kita pada iman kepada Tuhan. Pernah ada data bahwa 65 persen anak SMP sudah melakukan hubungan seks dan kebanyakan melakukan hubungan di rumah saat orangtua tidak ada di rumah walaupun ada pembantu di rumah.

So, mari kita siapkan mental untuk memasuki arus globalisasi yang begitu dahsyat dengan cara selalu eling untuk belajar, bersama cari solusi dan saling berbagi informasi di sini. Mari jadikan eMKa Land sebagai keluarga besar yang peduli generasi Indonesia yang lebih baik.

Smile dalam perjalanan Melly Kiong 

"Jangan menutup mata dan telinga seakan-akan tidak melihat dan mendengarkan apa-apa karena itu akan sia-sia."

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cerita Julian Membuatku Lega dan Bangga Dengan Kelompoknya

Selamat pagi sobat eMKa Land yang berbahagia, semangat sekali ya hari ini? Karena ini Jumat ceria dan pastinya lebih bahagia."Teras Melly Kiong" juga sama lho... apalagi saya siang mau makan-makan lamian.

Banyak yang sangat tidak sabar ternyata, lihat status saya semalam tentang cerita Julian. Ya saya juga tidak sabar ingin berbagi dengan sobat semua, karena menurut saya apa yang dilakukan oleh Julian dan teman-temannya bisa jadi inspirasi generasi muda lainnya.

Kemarin kami ngobrol banyak di meja makan, saya juga ceritakan mengapa perempuan lebih cerewet dibanding laki-laki serta bagaimana bahagianya dengan komunitas baru di YPKI. Ternyata tidak kalah serunya cerita Julian, kena hukuman seharian nggak boleh ngomong lu gua, diganti saya dan kamu, jijay kata dia. Dia cerita panjang lebar tentang kelasnya yang luar biasa kompak, mereka bentuk konsep SIP: smart integrity polite, itu yang terekam oleh saya.

Ketika ada yang nilai paling rendah, berkata kasar, ngomongin orang, dan lain-lain, mereka harus menjalanin hukuman setiap Kamis, ada buku catatannya dan ternyata ini mampu mengubah perilaku kelompok mereka. Komitmen mereka luar biasa, menjadi pribadi yang santun, sayang orangtua, hormat pada yang lebih tua, cerdas dan punya kepribadian unggul. Saya kagum sekali mendengarnya dan bangga dengan kekompakan kelompoknya, semoga mereka terus bertumbuh menjadi pribadi unggul bagi negeri.

Ini pasti peran yang luar biasa dari guru-guru dan kepala sekolah, di rumah keduanya dan cerita indah ini juga jadi bahan saya untuk menghabiskan sisa kata-kata kepada suami tercinta. Mendengarkan dengan penuh perhatian dan berbicara dengan empati, maka kita akan jadi teman cerita yang menyenangkan bagi anak-anak kita.

Mindful Parenting??? Solusi generasi Indonesia yang lebih baik.
 
Smile and cu next Monday 
Melly Kiong



"Jangan pernah berharap bisa bertumbuh jika makanan bergizi di depan selalu dilewati."

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS