RSS

Jangan Habiskan Waktu Anak-Anak Kita Bu...

Selamat pagi sobat eMKa Land yang selalu ceria. Seduhan teh di "Teras Melly Kiong" sepertinya membuat sobat kecanduan ya? Please ya... jangan dilaporkan kepada yang berwajib karena jampi-jampi dalam tehnya.
Banyak yang beranggapan eMKa itu iseng, betul sekali ... Tetapi tahu nggak kenapa? Saya mau sobat explore keluar imajinasinya, kreativitasnya dan jadi orangtua humoris.
 
Itu kalau sobat mau, semakin banyak respon balik pastinya akan semakin menguntungkan buat kita semua belajar interaktif.

Kemarin saya melewati sebuah tempat les anak-anak, saya mengamati bagaimana lelahnya mereka keluar dari tempat les, bagaimana tidak ada interaksi lagi antar teman karena langsung dibawa oleh orangtua maupun pengasuhnya. Terasa kasihan sekali  melihat anak sekecil itu harus segitu pasrahnya.

Bukankah saatnya mereka bermain ceria, lari lari ke sana ke mari? Wah ikutan membayangkan hidupnya yang masih sangat panjang...

Pagi ini aku memperhatikan Matthew merapikan kamarnya, Julian melipat selimutnya, mengatur semua keperluannya, saya boleh kembali bersyukur ternyata hasil dari didikan yang tidak curi start juga tetap berbuah dengan indahnya. 

Tanggung jawab yang tumbuh bukan teriakkan kita, melainkan kita telah membiarkan mereka berproses sesuai waktunya.

Mari belajar mendengar suara hati anak kita dengan mindful dan empati.

Salam smile
Melly Kiong
www.emkaland.blogspot.com

"Sering seringlah berkunjung ke dalam jiwa anak kita maka kita akan menemukan bagaimana menjadi orangtua yang pantas bagi mereka."

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ada "Asa" Terbangun Ketika Kita Mendengar Dengan Penuh Empati

Selamat pagi sobat eMKa Land yang bahagia, kemarin selain memang tidak memungkinkan untuk menyeduh teh di "Teras Melly Kiong" namun ide untuk suksesi ternyata sangat membanggakan, seorang Selvia yang baru pertama kali menulis bisa melakukan hal yang begitu luar biasa. Sekali lagi selamat buat Selvia di Pare Pare.

Saya dari Jumat sampai dengan kemarin baru bisa bertemu Julian karena dia ada Leadership Camp di sekolahnya, namun saya sudah menunggu bagaimana ceritanya yang pasti antusias untuk diceritakan. Dari seluruh rangkaian acara yang dia ceritakan, saya memperhatikan dia berulang-ulang meyakini bagaimana peran seorang kepala sekolahnya yang dengan sangat teliti dia menyebut dari jam ke jam secara tepat, mulai dari jam beliau meninggalkan sekolah dan sudah kembali lagi pada saat yang tidak disangka, terlihat mimik kagum luar biasa dan dia yakini semua ini terjadi karena Bpk. Robby sudah berhasil menjadi pendidik sejati bagi alumni-alumni yang siap berbakti dengan begitu luar biasa. 


Yang membanggakan dari cerita itu adalah Leadership Camp-nya bukan diisi oleh top, melainkan dari seluruh alumni  yang sudah terjun ke masyarakat menceritakan kembali perjalanannya dan mau sharing dengan adik-adik kelasnya, bagaimana menghilangkan rasa takut dll, dari ceritanya sungguh membuat saya terhanyut dalam kebanggaannya. Dan satu kalimat pak Robby yang disampaikan dengan begitu jelas:

"Jika saya harus pergi dari sekolah ini saya bisa pergi dengan sangat bahagia jika anak-anak didikan kami sudah seperti ini."


Sungguh sebuah asa bagi dunia pendidikan sudah ditabuhkan oleh seorang Pak Robby, yang bukan hanya menjadi pengajar melainkan juga menjadi pendidik yang luar biasa. Semoga akan ada banyak Pak Robby Pak Robby lainnya. 


Sobat eMKa Land, Mindful Parenting yang mengedepankan mendengar dengan empati, akan terbangun komunikasi yang berkualitas dan penuh welas asih. 


Ikutan bangga,
 


Smile Melly Kiong


"Inspirasi sejati akan selalu terekam ketika kita membuka seluruh saluran kebeningan hati."

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Anakku Tidak Boleh Main Sama Anak Lain??? (Kaciannn Deh .. Mamanya )

Selamat pagi sobat eMKa Land yang bahagia dan selalu sabar, katanya di Kediri itu biasa panas lho, tetapi kehadiran "Teras Melly Kiong" dengan payung birunya jadi adem euy. Saking banyak yang mau neduh dan mau nyicipin tehnya, jadi kehabisan air panas deh.

Menarik menyaksikan seorang ibu yang mendapati anaknya berteriak dan nangis, hanya karena si ibu tidak mau anaknya terganggu dan berpikir anak lain yang tidak baik. Sayang sekali, justru ibu itu tidak menyadari dia telah mempermalukan anaknya, dan dirinya sendiri selain itu dia membuang kesempatan anaknya untuk belajar hidup di sekolah kehidupan, bahwa dari temannya yang merebut mainan dia belajar bahwa itu tidak baik, dari temannya yang tidak mau berbagi dia telah belajar teknik bersosialisasi yang baik. Semua itu adalah modal dasar yang begitu penting setelah anaknya besar.

Anaknya mengerti bagaimana menekan ego mereka dan bisa mengalah demi sebuah persahabatan.

Tidak ada yang salah jika kita berpikir ibunya belum mengerti, dan semoga kita bersama belajar dan eling bahwa kondisi luar tidak selalu memberikan pengaruh yang jelek, tetapi kita harus bisa menanamkan chip saringan yang baik dan benar kepada anak-anak kita. 

Setuju sobat hebat? Mana dong senyumnya?

 
Salam Smile Melly Kiong

"Bahagia bagi seorang anak adalah ketika orangtua tahu bagaimana harus bersikap di depan teman-temannya dan tidak mempermalukan mereka."

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bukan Salah PR-nya Kali Ya

Selamat pagi sobat eMKa Land yang bahagia, libur? Saya tidak lho, tapi saya semangat mau share dengan orangtua di Kediri doakan ya "Teras Melly Kiong" semakin banyak yang berkunjung dan ngobrol di sini.

Hasil obrolan kemarin nih sama sobat Lena, yang baru menyesal demo orangtua yang mereka lakukan hanya karena (
menurut mereka) PR yang banyak dari sekolah? Ternyata itu hanya salah satu alasan untuk menghindarkan diri dari emosi yang tidak siap ketika menghadapi anak bikin PR. Orangtua jika menyadari maksudnya PR hanya untuk mengulangi apa yang sudah diajarkan sekolah, menyadari kalau PR bukan nilai sempurna yang didapat, namun proses anak melatih diri untuk berusaha, bertanggung jawab dan disiplin, saya yakin orangtua perlu membiarkan anak untuk mendapat nilai sesuai dengan kemampuan dan berapa besar usahanya. Kalau pun anak tidak siap, biarkan dia menghadapi konsekuensinya, ini semua adalah proses yang akan membangkitkan cara pendewasaan anak. Jadi bukan dengan membelokkan arah anak untuk jalan yang gampang.

So mikir lagi yuk, kembalikan kepada proses buat anak kita bukan hasil akhir sebuah angka, dan nikmatilah semua sebagai tayangan yang tak akan bisa diputarkan kembali.

Selamat pagi,
Smile Melly Kiong


"Jika kita disuruh memilih anak, pasti kita akan memilih anak yang terbaik, namun sadarkah kita untuk anak yang terbaik juga butuh usaha kita yang terbaik?"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Single Parent Risau Mendidik Anak?

Selamat pagi sobat eMKa Land yang baik hati, sabar, dan suka menabung. "Teras Melly Kiong " bukanya kesiangan karena airnya belum mendidih. Sorry ya.

Senang sekali saya melihat perkembangan sobat-sobat eMKa Land yang selalu punya semangat belajar, mau share dan merasa kita adalah satu. Tayangan percobaan tv excellent kemarin bersama sobat Vinolia, dan beberapa diskusi sama sobat-sobat lain, saya hanya ingin katakan bahwa tidak selamanya single parent itu tidak sukses mendidik anak, dan saya adalah contoh bagaimana mama saya sendirian dan mungkin ini kasus beda sama single parent yang karena cerai. 

Tetapi dari pelajaran yang saya dapatkan, sangat penting modeling seorang ibu, kesetiaan yang diperlihatkan, keuletan dalam berjuang, perlakuan yang adil pada anak-anak, bahkan bagaimana mengendalikan emosi semua terekam dengan sangat baik. Yang baik dipertahankan dan yang kurang baik diperbaiki. Jadi yang terpenting bukan sendiri atau berduanya, melainkan bagaimana kita ada dalam proses mendidiknya dan memperlihatkan cara dan tanggung jawab kita mendidik mereka melalui teladan. 

Percuma juga jika kita berpasangan tetapi kita perlihatkan bagaimana buruknya kita mengendalikan emosi, percuma berpasangan jika kita memperlihatkan bagaimana perselingkuhan itu menodai kesetiaan dan lain-lain.

So selalu ingat bukan berduanya yang penting, namun bagaimana kita tahu bagaimana menjadi role model yang pantas ditiru anak-anak.

Selamat pagi
 

Salam smile
Melly Kiong
 
"Betapa menderitanya anak, ketika mendapati orangtua ada di depan mata, namun mereka tidak merasakan kehadirannya berguna."

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hari Menakjubkan di Gereja Regina Caeli

REGINA 3
Ketika  saya dihubungi sahabat baik saya Stefanie untuk mengisi acara parenting di komunitas orang-orang gerejanya, ada semangat baru yang mengisi relung hatiku, karena Stefanie dianggap terlalu berani mempertaruhkan nama baiknya untuk memberikan kesempatan kepada seorang Melly Kiong untuk mengisi acara yang lumayan besar bagi mereka. Siapa Melly Kiong?? Itulah pertanyaan yang sengaja  dijaminkan oleh Stefanie bahwa merekalah yang lihat sendiri bukan katanya.

Saya semakin bahagia ketika saya tampil dan tidak ada satu pun yang meninggalkan  tempat walaupun hanya untuk buang air kecil, dan semua peserta begitu bersemangat dan berdiri bangkit di akhir acara ketika saya mempertanyakan:

"Siapa yang mau mulai berubah?"

REGINA 1
Puji Tuhan, ternyata semua berdiri tanpa kecuali, dan ini artinya semangat dalam  memperjuangkan kebahagiaan anak-anak sudah terus meluas, dan kita akan melihat tawa bahagianya anak-anak di masa yang akan datang.

Satu hal yang begitu menyentuh bagaimana kekhawatiran dari Romo Steve yang mengatakan banyak umat yang menderita hanya karena ketidakcocokan dan bertahan demi anak-anak. Semoga gambaran demikian akan semakin memudar jika semua orangtua mau merendahkan diri untuk belajar berubah yang dimulai dari diri sendiri.

Tak ada yang mustahil jika kita semua mau berusaha.

Mindful Parenting adalah chips yang selalu menyadarkan kita betapa pentingnya menjadi pribadi yang eling.

REGINA 2

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Empati Anak Adalah Tolok Ukur Orangtua

Selamat pagi sobat eMKa Land yang berbahagia, semangat terus berkobar walaupun puasa bagi sebagian sobat kita dan semoga seduhan teh di "Teras Melly Kiong" memberi semangat bagi kita semua.

Banyak orangtua yang selalu mengatakan kalau anak sekarang sudah tidak lagi peduli dengan orang lain alias cuek. Saya mencoba menggunakan cara ini, siapa tahu ada manfaatnya buat sobat eMKa Land semua. Kemarin sore saya ajak Matthew makan empek-empek dan penghabisan kami melihat seorang abang-abang yang sepertinya kelelahan masuk ke tempat empek-empek dan memesan minum. Akhirnya saya menawarkan sekalian saja kami yang bayar dan bertanya apakah dia juga mau sekalian pesan empek-empek? Ternyata hanya pesan 2 potong saja.

Dan terjadilah diskusi panjang sama Matthew atas apa yang kami lihat, saya memuji abangnya yang tidak aji mumpung dan banyak sekali kita temui orang-orang yang berkecukupan namun tidak memperlihatkan etika seperti itu, bahkan kalau perlu bungkus he he he. Namun yang menarik adalah Matthew bertanya jika saya jadi dia apakah saya akan melakukan hal yang sama? Dan lebih jauh lagi abang itu pasti tidak enak sama teman-temannya karena dia hanya bawa buat dirinya sendiri. Saya bahagia dengan cara Matthew berempati. Saya sangat setuju bahwa anak-anak adalah perekam yang ulung, mari sobat orangtua sudahkah kita menjadi model yang pantas untuk ditiru anak kita? Jujur kata banyak sekali yang belum memperlihatkan caranya peduli yang sederhana hanya menjawab sapaan orang saja sulit, bagaimana kira-kira dengan anak-anaknya?

Mindful Parenting sangat mengutamakan penanaman nilai empati dalam proses mendidik. Salam introspeksi diri

Smile
Melly Kiong




"Anak-anak bukan pendengar yang baik, tetapi mereka adalah perekam yang ulung."

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS