RSS

Orangtua wajib melindungi anak, tapi bukan menutupi kesalahan anak


Selamat pagi sobat eMKa Land yang berbahagia, semangat Selasa semoga semangat kita selalu menyala nyala dengan seduhan teh ilmu di teras"Melly Kiong"
Beberapa kali saya mendapat cerita dari kepala sekolah dan guru-guru yang berbeda-beda mengenai tingkah laku orangtua yang kadang over dalam melindungi anak dengan alasan sayang, sehingga tidak tega anak dihukum dll.
Wajar tidak sih, sangat wajar karena itu manusiawi bangat, tetapi orangtua harus bijaksana dalam hal ini, harus tahu yang dilindungi itu memberikan efek yang positif atau negatif? Sejauh itu yang benar kita harus tampil memperjuangkannya.Tetapi jika itu yang tidak benar saya pikir sebagai orangtua juga harus memperlihatkan ketegasan penolakan demi kebaikan buat anak kita.
Jika orangtua mampu melakukannya, sebenarnya orangtua telah membuka kran kerjasama yang lebih baik dengan pihak sekolah dan anak-anak kita juga memperlolah pola didik yang berkesinambungan positifnya.
Mau coba???Yuk demi anak-anak kita
Salam smile Melly kiong www.menatakeluarga.com
" Cinta pada anak, harus kita lengkapi dengan merangkul kesalahan mereka dan ajak mereka berubah, bukan membiarkannya tertutup dalam kebohongan semu"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Anakku lebih milih orang lain???

12 mei 2014
Selamat pagi sobat eMKa Land yang bahagia, semangat Senin ya, semoga selalu belajar dan terus belajar di "teras melly kiong" dengan seduhan teh eling.
Terima kasih juga buat ucapakan Happy Mothers Day-nya dari begitu banyak sobat yang tidak bisa saya balas satu persatu, benar-benar rasanya jadi emak-emaknya emak-emak. Gan En

Topik orangtua yang merasa kalau anaknya lebih memilih orang lain rasanya perlu dibahas, karena ini sudah beberapa kali pertanyaan dari orangtua yang berbeda. Bagaimana bisa demikian? Kita harus sadari dulu bahwa anak-anak generasi Z memang lebih gampang dipengaruhi teman dan lingkungan. Namun jangan nyerah dan jadikan ini sebagai problem, melainkan kita jadikan ini sebagai target kita mengubah diri kita menjadi orangtua yang disukai, yang mampu berkomunikasi dan lebih mengerti dunia anak-anak kita. Bukan malah memusuhi orang yang lebih dekat dengan anak kita melainkan ada baiknya kita rangkul mereka dan jadikan mereka sahabat kita juga, dan kita bisa belajar apa saja yang perlu kita perbaiki.
Eling dan empati adalah sumber energy perubahan.

Salam Smile Melly kiong
www.menatakeluarga.com
" Perubahan hanya bisa dilakukan jika kita selalu mau introspeksi walau dari orang yang tidak kita sukai"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Aku bahagia dikritik anakku


Selamat pagi sobat eMKa Land yang berbahagia, semngat Jumat ceria selalu mengudara dari teras" melly kiong" dengan seduhan teh ilmunya.
Saya tidak pernah memilih dalam memberikan ilmu apapun yang ada. Namun berapa banyak yang terserap dan berapa banyak yang mampu diaplikasikan bukan lagi jadi tanggung jawab saya. Dan yang saya bahagia adalah terlihat jelas sekali banyak yang mengosongkan gelasnya dan praktekkan apa yang di-BC-kan, maka orangtua inilah yang semakin bahagia. Selamat untuk sobat golongan super.

Ilmu tanpa praktek adalah sia-sia, begitu saya selalu diingatkan Julian. Dua hari lalu saya kedatangan sobat eMKa Land dari Pontianak dan Aceh yang nginap di rumah saya, kebetulan Silvia mau cari nenas kecil buat suami tercintanya, kamipun cari bersama Matthew juga. Dalam proses tawar menawar ala ibu-ibu pasar seperti yang saya lakukan adalah sangat wajar dan cukup beretika.
Namun dalam perjalanan pulang saya dikritik Matthew bahwa apa yang saya lakukan kurang pantas, mengingat harga tidak mahal dan dari raut wajah abangnya kasihan. Kalau ngikutin cara saya sebagai orang yang lebih tua, saya pasti membantah dan merasa anak kecil tidak tahu apa-apa. Namun sisi seorang anak yang berani mengeluarkan pandangannya sungguh membuat saya merasa bahwa itu sudah seharusnya terjadi dengan mindful parenting.

Saya minta maaf padanya jika menurut dia saya salah, namun tetap memberikan penjelasan ada bahasa dalam jual beli yang mungkin tidak bisa dipahami. Dan yang paling mengesankan adalah empati dan welas asih yang mulai terukir indah dalam karakter anak kami. Terima kasih atas kritikannya Matthew dan mama terus berusaha untuk berubah.

Salam Smile Melly kiong
 www.menatakeluarga.com

 "Guru-guru kecil selalu mengelilingiku ketika aku buka ikatan egoku sebagai Ibu"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Anak belajar berbagi


Selamat pagi sobat eMKa Land yang berbahagia, tahu-tahu sudah kamis ya rupanya, kata orang waktu cepat berlalu karena kita melewatinya dengan suka cita. Yah saya selalu bahagia berada diantara orang-orang yang penuh cinta dan welas asih seperti sobat semua. Ramah ketika disapa, seru ketika ditanya thank you atas semuanya. Teras "melly kiong" akan menjadi teras perubahan.
Nah beberapa hari ini ibu-ibu selalu tanya saya bagaimana menghentikan kebisingan karena anak-anak yang suka berebut mainan padahal sudah diberikan yang sama persis.
Kita urut ya : dengan yang sama tetap masih jadi kendala artinya bukan solusi bukan? Jadi apa manfaatnya? Jawabannya "tidak ada". Coba dari mulai mau belikan mainan anak-anak dilibatkan bahwa kita hanya beli satu, mereka putuskan dulu yang mana yang mereka mau beli, terus bagaimana mereka bisa bergantian mainnya. Kalau tidak ketemu solusi tidak jadi beli. Bolehkan? boleh bangat, dalam beli mainan kita sudah didik anak untuk memilih, berbagi dan menerima sebuah konsekuensi. Tapi jika semua sama, mereka tidak akan dapatkan apa-apa. Kenali rasa kecewa, harus berbagi, saling menghargai disaat anak-anak butuh bermain adalah kesempatan yang baik.
Jadikan teriakan mereka sebagai musik yang tidak bisa kita putar balik lagi dan kita akan merindukannya sepanjang hidup kita karena cinta.
Smile ya Melly kiong
www.menatakeluarga.com

" Sederhanakan apa yang pantas kita sederhanakan demi sebuah keharmonisan"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mindful Parenting adalah solusi yang tepat


Selamat pagi sobat eMKa Land yang berbahagia, Rabu penuh cinta akan mengudara di teras " melly kiong" dengan seduhan teh ilmu penuh welas asih.
Sobat , ini adalah penggalan kalimat yang saya dapatkan dari Julian ketika saya ke Nias untuk memberikan materi Mindful Parenting.
"Any way .. Goodluck for tomorrow !!! Come back soon !! This house is not a home without you hahaha"
Kira-kira apa yang saya rasakan? bahagia luar biasa, semangat menyala dan saya memutuskan akan semakin keras berusaha bahwa Mindful Parenting harus meng-Indonesia. Orang boleh mengatakan kebetulan saja anak-anak kami baik-baik, kebetulan saja suami saya baik, kebetulan saja mertua saya baik, kebetulan saja mbakku baik, banyak sekali kebetulan dalam hidupku ya ? He he he
Tidak sobat eMKa semua ada caranya, tunggu 3 buku saya di tanggal 24 Mei ya. Dan tunggu ide kreatif saya bagaimana setiap orang bukan hanya bisa membaca buku saya namun semua solusinya akan diberikan dengan mengunjungi TUR MINDFUL Family, apa lagi???? Tunggu tanggal mainnya.
Semua yang saya lakukan akan saya share dalam Workshop Kedua tanggal 21 dan 22 Juni di daerah Serpong, hanya 30 peserta, yang mau silahkan hubungi saya. Workshop pertama yang akan membantu dan membimbing anda berubah selama setahun ke depan. Yuk, jangan buang waktu dan cari pola asuh yang lain, karena Mindful Parenting benar-benar konsep yang sederhana dan sangat mudah aplikasinya. Dan investasi sepanjang hidup yang tiada taranya jika sobat merasa keluarga adalah harta.
Smile Melly kiong
www.menatakeluarga.com

"Banyak yang tahu teori untuk menjadi orangtua, namun sedikit yang tahu cara mempraktekkannya"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jangan kambing hitamkan lingkungan

6 mei 2014
Selamat pagi sobat eMKa Land yang berbahagia, semangat Selasa, yuk minum teh di teras"melly kiong" dengan penuh kesadaran.
Kemarin di dalam pesawat sepanjang jalan seorang nenek yang mengaku sebagai petani di Medan, menceritakan bagaimana keprihatinannya melihat anak-anak generasi sekarang, geram katanya dengan orangtua yang lebih mementingkan uang daripada anak. Katanya hilang 50 ribu dicari tapi anak rusak tidak peduli. Dan kambing hitamkan lingkungan. Sebelumnya juga dari Nias ketemu dengan seorang bapak kepala sekolah yang juga geram, kalau anaknya berprestasi itu anakku, namun kalau anaknya gagal gurulah yang tidak bisa mendidik.
Ini adalah pemandangan yang sangat nyata, dimana sekarang anak SD sudah bisa ngerokok tanpa merasa bersalah, tahu kenapa? Karena mereka melihat apa yang dilakukan oleh orangtuanya di rumah dan orangtua dewasa lainnya.
Jika anak disekolah hanya 25%, dan lebih banyak di rumah dengan orangtua yang suka marah-marah, berantem terus, merokok, minum-minuman keras dll, apakah masih berpikir kalau lingkungan yang merusak mereka?
Sepertinya teori telunjuk begitu nyata, satu telunjuk keluar ada 3 telunjuk yang kedalam. So, yuk kita introspeksi diri dan kita perbaiki jika kita masih belum bisa menguasai emosi, dan komunikasikan dengan anak bahwa tidak semua yang dilakukan oleh orangtua pasti baik adanya, serta berikan mereka ruang untuk diskusi dan bersuara.
Selamat mencoba dan minimum selamatkan anak kita terlebih dahulu.
Smile Melly kiong www.menatajkeluarga.com
" 75 % anak bercermin didalam rumah, jadi apakah sudah jadi cermin yang baik?
PERIKSALAH !!! "

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ajarkan anak kita hidup yang nyata

5 mei 2014
Selamat pagi sobat eMKa Land yang berbahagia, semangat Senin tentunya sobat menunggu seduhan teh ilmu dari teras"melly kiong".
Jujur saya pribadi merasa sangat berduka atas beberapa kasus meninggalnya anak-anak karena pengendalian emosi yang tidak seimbang. Benarkah anak usia 5 sampai dengan 12 tahun sampai tidak mampu lagi mengendalikan emosinya? Ya, kita harus bercermin pada kenyataan yang ada. Bukan bertanya kenapa, namun mari kita introspeksi ke dalam diri dan cari cara bagaimana kita bersama mencari solusinya. Apakah semua keinginan anak. Harus selalu kita penuhi?
Sadarkah dengan perlakuan seperti itu anak akan menjadi egois? Anak merasa semua yang diinginkan harus ada dan tersedia? Anak harus diperkenalkan pada rasa kecewa, ada amarah dan kalah dalam hidup. Tetapi tetap dalam pendampingan orangtua bagaimana mengatasi rasa kecewa? bagaimana menjadi orang yang kalah itu hal yang wajar dalam hidup sesungguhnya dan tidak bisa semua selesaikan dengan cara marah.
Orangtua apakah sudah menjalankan perannya dalam mengendalikan emosinya? Sadar akan rasa kecewa yang harus dihadapi? Yuk kita kendalikan diri kita dulu supaya mampu mentransfer yang baik kepada anak-anak kita.
Jika orangtua mampu melakukannya maka kita akan optimis bisa memberikan warisan yang baik bagi generasi anak kita.
Selamat Senin Smile Melly Kiong www.menatakeluarga.com
" Rasa kecewa dan amarah adalah hal yang sangat wajar dalam kehidupan setiap manusia"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS